Minggu, 04 Januari 2009

Aku Marah Nih!

Segerombol serigala coklat membantai penduduk desa di Bengkalis Riau. Serigala-serigala haus darah itu dilepas dari kandang-kadang busuk mereka. Penduduk desa dipentungi bagai anjing kudisan yang masuk restoran, digebuki layaknya kasur kapuk berkutu, disemprot kanon air ibarat karpet bertai kucing, dan dibakar layaknya sampah!!!

Hei serigala coklat! Sepertinya luka, darah, dan kematian petani-petani lemah itu lirik lagu Peter Pan bagi kalian. Rupanya pelatihan, dana, dan senjata hasil hutang dari tuan-tuan pirang dan dari pajak rakyat itu kalian pakai buat mencincang rakyat sendiri; rakyat yang tidak pernah mengemis di depan rumah kalian; rakyat yang mencangkul sendiri ladangnya untuk ngasih makan anak-anak mereka!

Hei serigala ber-IQ di bawah 110! Kelakuan kalian persis prajurit KNIL terhadap kaum inlander. Kalian abdikan umur yang tidak seberapa lama itu hanya untuk menjilati bokong pemilik modal! Lihat saja di cermin, lidah kalian sudah hitam saking seringnya menjilat pantat setan!

Aku marah nih! Aku marah bukan cuma kepada kalian. Aku marah kepada diriku sendiri juga, sebab aku tidak bisa menghilang. Bila aku sanggup tak terlihat, akan kudatangi kalian dan kucincang kalian. Akan kujadikan daging kornet atau sosis yang lebih bermanfaat meningkatkan derajat gizi rakyat miskin. Akan kukirim sebagian daging kalian ke kebun-kebun binatang yang ada di Jawa supaya menjadi makanan singa atau buaya! Itu lebih berharga ketimbang kalian masih hidup dan membabi buta membunuhi rakyat sendiri.

Aku marah! Karena cuma bisa nulis di blog sialan ini! Kawan-kawanku yang wartawan bilang tidak ada berita tentang pembantaian yang dipentaskan 18 Desember kemarin. Sungguh hebat. Roh su’udzonku bilang media massa itu seperti tai kucing bagi petani: sama sekali tidak berguna untuk pupuk! Media massa bisanya beritakan Ariel yang mau kawin lagi atau heboh beritakan selingkuhnya artis-artis tai kucing itu.

Aku paham. Tentu saja kalian cuma onggokan daging dengan tatanan tulang-belulang yang harus bertahan hidup dari hari ke hari sambil pura-pura tidak mendengar rakyat kalian dibantai satu per satu dari hari ke hari demi menyuapi mulut serakah kapitalis! Kalian punya bos yang akan pecat kalian bila kalian ngeyel. Aku paham. Aku paham karena kita ada di dalam kelas yang sama: kita sama-sama pekerja yang mengandalkan upah untuk makan, membeli susu buat bayi-bayi kita, dan membeli sepotong BH baru buat ibunya. Aku paham. Kalian tidak perlu risau bila tidak memberitakan pembantaian rakyat demi kebun sawit.

Buat mereka yang terampil berdoa sambil menangis, aku cuma bisa berharap kalian tidak hanya suka berdoa di masjid-masjid mewah bersama ibu-ibu pejabat yang wangi-wangi itu. Pernahkah kalian tangisi pedihnya digusur dari ladang demi memenuhi kerakusan tuan-tuan? Pernahkah kalian tersedu saksikan rakyat miskin di negeri kalian sobek kepalanya dipentungi hanya karena kebun-kebun sawit akan dibangun di atas ladang-ladang mereka? Aku yang tidak punya sepeda ini yakin mengatakan: TIDAK! Kalian makhluk bebal sejenis bagal. Yang kalian pikirkan hanya pergi ke surga sendirian! Tidak. Tidak ada surga buat kalian. Surga hanya ada untuk mereka yang tertindas! Surga hanya buat mereka yang menyembah tuhan dengan mencangkul ladang,bagi mereka yang cucurkan keringat untuk hidupi keluarga, dan bagi mereka yang bertarung melawan setan-setan rakus penghisap darah pekerja. Kalian hanya gumpalan daging busuk pemalas yang tidak menghasilkan apapun selain omong-kosong buat orang-orang pemalas. Seandainya aku nenek sihir, akan kukutuk kalian menjadi kodok dan kudoakan semoga roda pedati menggilas kalian!

Tidak ada komentar: